Saatnya Tim Persib Bangkit

Sudah saatnya Persib Bandung bangkit. Kekalahan menyesakkan yang didapat pada dua laga perdana Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Kini saatnya tim menatap ke depan, berupaya lebih baik lagi, dan berusaha tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

Kalimat itulah yang ditekankan Pelatih Jaya Hartono kepada pemain yang pada Senin (19/10) mulai kembali berlatih setelah memperoleh libur seusai laga tandang di Makassar. “Secara psikologis, tentu kekalahan tersebut berpengaruh terhadap pemain. Tapi saya minta mereka untuk tidak terus mengingat-ingatnya,” ucap Jaya.

Lebih lanjut ia menekankan kepada pemain bahwa setiap individu mesti menanamkan tanggung jawab pada dirinya masing-masing untuk menampilkan performa terbaiknya di setiap pertandingan yang akan dilakoni. Kemenangan atau kekalahan tim tidak menjadi tanggung jawab seorang pelatih saja. Semua pemain dan komponen tim lainnya sama-sama memiliki tanggung jawab tersebut dan mulai harus ditanamkan sejak sekarang.

Jika rasa tanggung jawab tersebut telah tertanam pada diri masing-masing, otomatis dalam waktu singkat kekompakan tim akan segera tercipta. Apabila internal tim telah demikian solidnya, hadangan dari lawan mana pun akan lebih mudah dihadapi.

Pada sesi latihan tersebut secara spesifik Jaya meminta kepada pemain seniornya untuk turut mengangkat dan menyemangati pemain yang lebih muda daripada mereka, semisal Wildansyah, Irwan Wijasmara, Chandra Yusuf, Munadi, dan Dedi Haryanto. Sementara para junior pun harus terus terpacu untuk menampilkan performa yang lebih baik. Dengan demikian akan tercipta persaingan yang sehat antara senior dan junior untuk sama-sama menampilkan performa terbaiknya demi kebaikan tim.

Selain itu, Jaya juga meminta kepada pemain untuk menerima dengan ikhlas seraya melakukan dengan sungguh-sungguh setiap materi yang diberikan pelatih. Dengan ikhlas melakukan setiap hal, waktu persiapan tim yang tergolong singkat ini bisa dimanfaatkan maksimal.

Masa jeda kompetisi yang cukup panjang ini, sekitar sebulan lamanya, disyukuri Jaya. Sebab dengan demikian, ia jadi memiliki waktu yang cukup untuk melakukan perombakan terhadap timnya. Sekaligus untuk mempersiapkan kondisi pemainnya yang begitu laga kembali bergulir pada 21 November mendatang akan menjalani jadwal kompetisi yang superpadat.

Waktu persiapan umum yang tidak dimilikinya saat mempersiapkan tim yang baru terbentuk akan dimanfaatkannya saat ini. Pembenahan fisik pemain menjadi materi utama yang akan terus digodoknya dalam dua pekan awal.

“Utamanya dalam hal strength, speed endurance, serta endurance-nya. Kekuatan otot pemain yang belum terbentuk maksimal yang menjadi catatan utama jajaran pelatih sepulangnya melakoni laga tandang kemarin,” ucap pelatih yang pada Selasa (20/10) ini merayakan ulang tahun ke-46.

Setiap paginya selama dua pekan mendatang, pemain akan dijejali materi kekuatan fisik. Khusus Rabu dan Sabtu diselingi dengan latihan angkat beban di sarana fitness Kompleks Batununggal. Sore harinya, tim akan tetap diasah kemampuan bermain bolanya melalui game internal yang akan rutin digelar. Bahkan tim direncanakan pula berlatih di alam langsung.

Namun Senin (19/10) ini, 22 pemain Persib yang hadir pada sesi latihan, serta pemain asing yang tengah dipantau kemampuannya Matthew Osvaldo Mayora, belum dijejali materi-materi fisik tersebut. Mereka hanya dibagi ke dalam dua tim untuk melakukan game internal. “Ini baru adaptasi setelah libur. Semua baru akan dimulai besok (hari ini-red.),” ucap Jaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: